Perketat Pengawasan Orang Asing, Kantor Imigrasi Bekasi Sosialisasikan APOA

Salah satu fungsi keimigrasian sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian adalah pengawasan, dimana salah satu pengawasan yang dilakukan adalah pengawasan terhadap Orang Asing (OA) yang berada di wilayah Indonesia. Untuk memperkuat fungsi pengawasan terhadap OA, diperlukan kerjasama antara petugas imigrasi dengan masyarakat khususnya para sponsor OA. Salah satu bentuk kerjasamanya adalah pihak sponsor OA dan masyarakat umum dapat melaporkan keberadaan OA melalui Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA). Untuk memaksimalkan penggunaan APOA, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bekasi mengadakan kegiatan sosialisasi penggunaan APOA di PT. Shuangyi International Indonesia & PT. Baosteel Indonesia, Jumat (04/06). Dalam sosialisasi ini, turut hadir perwakilan dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat untuk memonitor keberadaan OA yang bekerja di kedua perusahaan tersebut.

Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Danis Paskah memaparkan bahwa salah satu tantangan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bekasi dalam melakukan pengawasan OA yakni terbatasnya sumber daya yang dimiliki dibandingkan dengan jumlah OA di wilayah kerja Kantor Imigrasi Bekasi yang rata-rata mencapai 7000 orang. Dengan adanya APOA dan penggunaan APOA yang maksimal diharapkan dapat membantu fungsi pengawasan keimigrasian berkat adanya bantuan informasi dari masyarakat.