Peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke-65

webdeal2

Bekasi – (26/01/2015) Kegiatan Upacara Peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke-65 Tahun 2015 di Kantor Imigrasi Kelas III Bekasi dengan tema “Penegakan Hukum, Integritas, Imigrasi Jaya”.

Dalam upacara tersebut diperdengarkan sejarah singkat perkembangan Keimigrasian Indonesia dan dibacakan juga sambutan Menteri Hukum dan HAM RI (Menkumham), Yasonna H Laoly oleh Kepala Sub Seksi Lalintuskim Nopita Nurramasari sebagai Inspektur Upacara, yang diantaranya berisikan, rasa bangga terhadap jajaran Imigrasi yang telah berupaya keras menunjukan kinerja terbaiknya dalam upaya memberikan pelayanan yang tulus kepada masyarakat dengan berbagai kemudahan, keterbukaan, dan kepastian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku demi memberikan kepuasan kepada masyarakat.

Program unggulan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat diantaranya adalah penerapan Sistem Pelayanan Paspor Terpadu atau lebih dikenal dengan istilah One Stop Service (OSS) yang telah diimplementasikan diseluruh Kantor Imigrasi, dimana proses pelayanan paspor sejak tahapan data entry sampai dengan pembayaran dapat dilakukan di satu booth dalam satu kali pertemuan dan dilayani oleh satu petugas.

Kemudian, terkait dengan peningkatan pelayanan terhadap Orang Asing, Direktorat Jenderal Imigrasi telah mengambil langkah, pemberian kemudahan berupa pemangkasan birokrasi dalam pelayanan orang asing, sebagaimana diatur dalam peraturan menteri Hukum dan HAM RI nomor 27 tahun 2014. Selain itu guna mendukung kebijakan pemerintah, dengan ikut menjadi bagian dalam Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), terkait dengan pemberian visa di bawah koordinasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

bungaweb

Dalam hal penegakan hukum dan keamanan, Direktorat Jenderal Imigrasi juga secara aktif melakukan koordinasi/kerjasama dengan instansi lainnya. Sepanjang Tahun 2014 telah terwujud 7 (tujuh) Perjanjian Kerjasama/MoU dengan pihak luar (BNP2TKI, Bareskrim, Jaksa Agung Muda Intelijen, Ditjen Protkon Kemlu, Ditjen Binapenta, Ditjen Bea Cukai serta KPK). Untuk tahun 2015 Direktorat Jenderal Imigrasi telah menetapkan beberapa Program Unggulan yaitu Implementasi Autogate, Implementasi Sistem Informasi Antrian Permohonan Paspor di 120 Kantor Imigrasi, Implementasi sistem pelaporan orang asing online di 120 Kantor Imigrasi dan Implementasi Call Center dan Video Call.

Usai menggelar Upacara, dalam memperingati Hari Bhakti Imigrasi ke-65 dan sebagai simbol apresiasi dengan senyum, sapa dan ramah para petugas Imigrasi Kelas III Bekasi memberikan dengan tulus setangkai bunga kepada para pemohon paspor yang datang pada tanggal 26 Januari 2015.tumpeng

Setelah jam pelayanan selesai, yaitu pukul 17.00 WIB diselenggarakan pula acara syukuran secara sederhana dan khidmat dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Bekasi. (RR)

Bebas Visa Kunjungan Singkat berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2011

RILIS DITJENIM

Jakarta (05/01/2015) – Sebagaimana dengan informasi yang berkembang dalam beberapa bulan terakhir ini bahwa Indonesia akan memperluas pemberian Bebas Visa Kunjungan Singkat kepada 5 (lima) negara lainnya selain 15 (lima belas) negara yang telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2011, maka perlu disampaikan penjelasan sebagai berikut :

  1. Dalam informasi yang dimuat dalam salah satu situs di internet disebutkan bahwa banyak warga negara asing dari negara-negara yang diduga termasuk dari 5 (lima) negara yang dibebaskan dari ketentuan untuk memiliki Visa Kunjungan Singkat, tidak dapat menerima perlakuan petugas di bandara bahwa mereka tetap diberlakukan ketentuan untuk memiliki visa agar dapat masuk ke wilayah Indonesia. Mereka merasa bahwa dirinya adalah warga negara dari negara yang dibebaskan dari ketentuan untuk memiliki Visa Kunjungan Singkat yang mulai berlaku pada bulan Januari 2015;
  2. Untuk menghindari kesalahpahaman dan simpang siurnya informasi mengenai Bebas Visa Kunjungan Singkat tersebut, maka disampaikan kepada masyarakat bahwa sampai dengan hari ini, ketentuan hukum yang berlaku sebagai dasar pemberian Bebas Visa Kunjungan Singkat kepada warga negara asing adalah Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2011 yang membebaskan warga negara dari 15 (lima belas) negara dari ketentuan untuk memiliki visa guna memasuki wilayah Indonesia yaitu : Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Hongkong SAR, Macau SAR, Chili, Maroko, Peru, Vietnam, Equador, Laos, Kamboja dan Myanmar;
  3. Diluar warga negara dari negara-negara yang ditetapkan dalam ketentuan yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2011 tersebut, tetap diwajibkan untuk memiliki visa guna masuk ke wilayah Indonesia. Sebagai petugas pelaksana, aparatur imigrasi yang bertugas di Bandara hanya melaksanakan ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku;
  4. Meskipun telah ada usulan untuk memperluas pemberian Bebas Visa Kunjungan Singkat dengan menambah 5 (lima) negara lainnya yaitu Tiongkok, Rusia, Australia, Korea Selatan dan Jepang. Namun sampai dengan hari ini masih belum ada ketentuan baru selain Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2011 tersebut sebagai pedoman pelaksanaan tugas bagi aparatur Imigrasi di Bandara.

Jakarta, 5 Januari 2014
Kepala Bagian Humas dan Tata Usaha
Direktorat Jenderal Imigrasi
ttd
Heriyanto, S.E., S.H., M.Si
NIP. 196001291985031001
Sumber: imigrasi.go.id